Rabu, 24 Oktober 2012

KAMUS SYNTAX DML DAN DDL

· DDL

 CREATE TABLE
Digunakan untuk membuat tabel.

CREATE TABLE [schema, ] table( column datatype [DEFAULT expr][,...]);
Contoh pembuatan sebuah tabel adalah :
CREATE TABLE dept (deptno NUMBER(2), dname VARCHAR2(14), loc VARCHAR2(13));



· ALTER TABLE
Statemen ALTER TABLE digunakan untuk :
Menambahkan kolom baru
Untuk menambah kolom baru, syntax umumnya sebagai berikut :



ALTER TABLE table
ADD (column datatype [DEFAULT expr][, column datatype]...);
Contoh penambahan kolom pada tabel dept yang dibuat di atas adalah :


ALTER TABLE dept ADD (job_id VARCHAR2(9));


Memodifikasi kolom yang sudah ada
Kita dapat memodifikasi kolom dengan mengubah tipe datanya, ukuran dan nilai defaultnya.
Sintaks dari perintah ALTER TABLE untuk memodifikasi kolom sebagai berikut :


ALTER TABLE table
MODIFY (column datatype [DEFAULT expr]
[, column datatype] ... );


Contoh :


ALTER TABLE dept MODIFY (dname VARCHAR2(30));Table altered.


Menghapus kolom
Klausa DROP COLUMN digunakan untuk menghapus kolom yang tidak diperlukan lagi pada table. Sebagai contoh untuk menghapus kolom job_id pada pada tabel dept di atas.


ALTER TABLE dept DROP COLUMN job_id;


· DROP TABLE
Digunakan untuk melakukan penghapusan tabel. Melakukan penghapusan table dengan perintah DROP, berarti mengerjakan hal berikut :
Semua data dan struktur dari table akan dihapus
Semua transaksi pending akan di-commit
Semua indeks akan dihapus
Perintah drop ini tidak bisa di-rollback


Sebagai contoh, jika kita ingin menghapus tabel dept, maka yang harus dilakukan adalah :
DROP TABLE dept;





· RENAME
Digunakan untuk merubaha nama dari suatu object (table,view,sequence atau synonim). Sebagai contoh, jika kita ingin menghapus tabel dept,maka perintah yang harus dilakukan adalah :


CONTOH:
RENAME dept TO detail_dept;


· CREATE VIEW
View adalah tabel bayangan. Tidak menyimpan data secara fisik. Biasanya berupa hasil query dari tabel-tabel dalam sebuah database. Syntax untuk melakuakn VIEW adalah :


CREATE VIEW AS

Contoh : view MahasiswaPria yang diambil dari tabel Mahasiswa di mana field JenisKel = “L”.
Syntax dari contoh tersebut adalah :
CREATE VIEW MahasiswaPria AS SELECT * FROM Mahasiswa WHERE jeniskel=”L”


· CREATE TRIGGER
Trigger adalah sebuah obyek dalam database yang berupa prosedur yang merespon setiap kali terdapat proses modifikasi pada tabel. Proses modifikasi berupa: Insert, Update dan delete.
Syntax pembuatan Trigger:


CREATE TRIGGER ON TABLE
FOR [DELETE] [,] [INSERT] [,] [UPDATE]
AS


contoh membuat trigger dg nama tLogUbahNilai untuk setiap penambahan / update data pada tabel Pesertakul, dilakukan penambahan data pada tabel LogHistoris.
Syntax dari contoh tersebut adalah :


CREATE TRIGGER tLogUbahNilai ON TABLE pesertakul
FOR UPDATE, INSERT
AS
INSERT INTO LogHistoris (tanggal, proses) VALUES (getDate(),
‘Terjadi proses perubahan data nilai’)




Syntax DML:

· Penambahan data (Insert) pada sebuah tabel :
Syntax:
INSERT INTO nama_tabel(field ke-1, ….. field ke-n)
VALUES(nilai_field_ke-1, …. nilai_field_ke-n);

Contoh :
INSERT INTO Mahasiswa
VALUES ('5108100704','MUHAMMAD HOLIL','RSMJ 12','0811232425')

· Pembaruan data (Update) pada sebuah tabel :
Syntax:
UPDATE nama_tabel
SET nama_field = data_baru
WHERE nama_field = data_lama;

Contoh :UPDATE Mahasiswa
SET Telp = '7312345'
WHERE Nama = 'Muhammad holil'

· Penghapusan data (Delete) pada sebuah tabel :
Syntax:
DELETE FROM nama_tabel
[ WHERE kondisi];

Contoh :DELETE FROM Mahasiswa
WHERE Nama = 'MUHAMMAD HOLIL'




· Pemilihan data dari satu atau beberapa tabel


SELECT [DISTINCT] select_list
FROM table_source
[WHERE search_condition]
[GROUP BY group_by_expression]
[HAVING search_condition]
[ORDER BY order_expression [ASC | DESC] ]


Contoh :
SELECT * FROM Mahasiswa;
SELECT *
FROM Mahasiswa
WHERE Nama LIKE "%rey"
ORDER BY Nama DESC;
SELECT Nama, Nilai, AVG(Nilai)
FROM Mahasiswa
GROUP BY Nama, Nilai;


oracle 10 g









Sabtu, 06 Oktober 2012


awal mula terciptanya vespa..
seabad silam, tepatnya 1884, Enrico Piaggio pengusaha muda berdarah Italia, memulai usahanya di bidang pesawat terbang. Dua puluh tahun kemudian, dia bangkrut. Tapi karena bersemangat dalam dunia bisnis, Piaggio pantang menyerah. Lalu, ia mulai merancang alat transportasi dengan alternatif kendaraan niaga ringan.
Maka pada 1945, kontruksi alternatif tersebut ditemukan. Awalnya memang sebuah konsep sepeda motor berkerangka besi dengan lekuk membulat bagai terowong. Yang mengejutkan, ternyata staternya dirancang dengan memakai komponen bom dan rodanya diambil dari roda pesawat tempur.  



Hasilnya munculah produk motor dengan seri P108. Kendaraan ini berteknologi sederhana tapi punya bentuk yang amat menarik, bagai binatang penyengat (lebah) karena bentuk kerangkanya. Akibat tampilannya itu, motor ini lebih sering dinyatakan sebagai Wespe atau Vespa, yang artinya memang binatang penyengat.
Guna mengoptimalkan bentuk dan keamanan pemakainya, pabrikan yang kala itu masih boleh disebut sebagai usaha kaki lima, lalu merancang papan penutup kaki pada bagian depan. Proyek ini langsung dipimpin ahli teknik konstruksi terkenal di Italia kala itu, Corradino d’Ascanio.
Hak paten pun segera mereka kantongi. Namun, karena bentuk penutup pengaman yang mirip papan selancar itu, sejumlah pekerja di pabrik Piaggio pun mengatakannya sebagai motor Paperino. Paperino adalah sindiran sinis untuk tokoh Donald Duck (bebek). Maka, d’Ascanio pun putar akal untuk memperbaiki model tersebut.
Perkembangan selanjutnya, produk ini ternyata laris manis diserap pasar dalam negeri dan luar negeri, seperti Perancis, Inggris, Belgia, Spanyol, Brasilia, dan India. India pun belakangan memproduksi jenis dan bentuk yang sama dengan memakai mesin Bajaj. Jenisnya adalah Bajaj Deluxe dan Bajaj Super. Sejumlah pihak lantas mengajukan lamaran untuk joint membuat Vespa. Maka pada 1950 munculah Vespa 125cc buatan Jerman.
Saat itu banyak negara lain yang mencoba membuat produk serupa. Tapi ternyata mereka tak sedikit pun mampu menyaingi Piaggio. Di antara pesaing itu adalah Lambretta, Heinkel, Zundapp, dan NSU. Bagi masyarakat Indonesia, produk Lambretta dan Zundapp, sempat populer di era 1960an.
Selidik punya selidik, ternyata fanatisme terhadap Vespa muncul akibat ciri dasar bentuknya yang selalu dipertahankan pada setiap produk berikutnya. Bahkan saat mereka terbilang melakukan revolusi bentuk pada produk baru, yakni Vespa 150 GS, kekhasan ”pantat bahenolnya” masih terasa melekat. Vespa 150 GS, dikenal sebagai Vespamore dan selalu tampil di tiap film tahun 1960-an.
Perkembangan selanjutnya Vespa diarahkan pada bentuk sportif yang terlihat pada produknya di tahun 1951. Dan produk tersebut sempat mendapat mendali emas untuk kategori motor sportif di Eropa. Dan aktualisasi terbukti dengan pecahnya rekor kecepatan 171 km/jam untuk kendaraan Vespa bermesin 125cc. Sejak itulah para Vespamania terlihat sering berkonvoi keluar kota secara berombongan.
Khusus untuk Lambretta, sebenarnya diproduksi lebih tua dari Vespa, tapi sempat terhenti produksinya. Tatkala Vespa berproduksi, Lambretta pun muncul lagi. Hanya posisi mesinnya berbeda dengan Vespa. Vespa bermesin di samping, sedang Lambretta di tengah. Sementara untuk skuter buatan Jerman, namanya NSU Prima. Jepang pun tak ingin ketinggalan, tahun 1960-an, mengeluarkan jenis skuter Rabit.
Selain Vespa, di Italia ada beberapa produsen motor yang memproduksi jenis skuter ini. Di masa sekarang mereka menghasilkan skuter berkecepatan tinggi. Contohnya, jenis scooter yang di Italia dikenal sebagai Velocivero, buatan Italjet. Skuter ini konon tergolong jenis tercepat di dunia yakni melebihi 180 kilometer per jam. Di Indonesia, ada juga jenis seperti ini yang dipasarkan oleh Aprilia dengan nama Italjet Dragster. Pula ada Cagiva yang menelurkan Cagiva Cucciolo

CMD danPMD


CMD pictures




PDM pictures